Ibu & Anak

Manfaat DHA untuk Ibu dan Janin, Apa Saja?

Daftar isi
  1. Apa Saja Manfaat DHA untuk Janin?
  2. Mendukung Perkembangan Otak Janin
  3. Mendukung Perkembangan Mata Janin
  4. Menurunkan Risiko Kelahiran Prematur dan Berat Lahir Rendah
  5. Apa Saja Manfaat DHA untuk Ibu Hamil?
  6. Menjaga Kesehatan Ibu Selama Kehamilan
  7. Mendukung Kesehatan Mental Ibu
  8. Berapa Kebutuhan DHA Ibu Hamil?
  9. Pertanyaan Seputar Manfaat DHA untuk Ibu dan Janin
  10. Apakah DHA Bisa Mencerdaskan Janin?
  11. Kapan Mulai Mengonsumsi DHA?
  12. Apakah Kekurangan DHA Berbahaya bagi Janin?
  13. Dari Mana Memenuhi Kebutuhan DHA?

DHA sering disebut sebagai salah satu nutrisi penting selama kehamilan. Namun, saat mendengar anjuran mengonsumsi DHA, mungkin kamu masih bertanya, apa manfaatnya bagi janin dan apakah ibu hamil juga mendapat manfaatnya?

Secara umum, DHA mendukung pembentukan dan perkembangan otak serta mata janin, sementara kecukupan asupannya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu selama kehamilan. DHA yang dikonsumsi ibu dapat ditransfer melalui plasenta dan digunakan dalam jaringan janin.

Apa Saja Manfaat DHA untuk Janin?

Selama kehamilan, janin memperoleh DHA dari ibu melalui plasenta. DHA kemudian digunakan dalam berbagai jaringan, terutama otak dan retina, sehingga kebutuhan terhadap asam lemak ini menjadi semakin penting pada paruh kedua kehamilan.

Mendukung Perkembangan Otak Janin

DHA merupakan salah satu komponen struktural utama membran sel saraf. Otak janin mengalami akumulasi DHA yang semakin tinggi pada masa akhir kehamilan, terutama memasuki trimester ketiga ketika pertumbuhan dan pematangan sistem saraf berlangsung cepat.

Kecukupan DHA mendukung pembentukan jaringan otak dan fungsi sistem saraf yang sedang berkembang. Meski begitu, manfaat tersebut tidak berarti ibu yang mengonsumsi DHA dalam jumlah tertentu dapat menjamin anak memiliki kecerdasan lebih tinggi. Sejumlah penelitian menemukan hasil yang masih beragam terkait dampak suplementasi DHA selama kehamilan terhadap kemampuan kognitif anak dalam jangka panjang.

Mendukung Perkembangan Mata Janin

DHA juga merupakan komponen penting retina. Asam lemak ini terakumulasi pada jaringan mata selama perkembangan janin dan berhubungan dengan fungsi visual yang sedang terbentuk.

Ketersediaan DHA membantu memenuhi kebutuhan bahan penyusun retina selama masa perkembangan. Namun, perlu dibedakan antara peran DHA dalam pembentukan jaringan mata dan klaim bahwa suplemen DHA pasti membuat penglihatan anak lebih baik. Penelitian mengenai dampak suplementasi prenatal terhadap fungsi penglihatan masih menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten.

Salah satu alasan DHA banyak mendapat perhatian dalam kehamilan adalah hubungannya dengan usia kehamilan dan hasil kelahiran. Beberapa uji klinis menemukan bahwa suplementasi DHA sekitar 600 mg per hari sejak paruh kedua kehamilan dapat memperpanjang usia kehamilan dan menurunkan kejadian kelahiran sangat prematur pada kelompok penelitian tertentu.

Namun, hasil penelitian tidak selalu sama. Uji klinis yang lebih baru dengan DHA 600 mg per hari sejak awal kehamilan tidak menemukan perbedaan bermakna pada gabungan kejadian persalinan prematur, preeklamsia awitan dini, dan hambatan pertumbuhan janin. Karena itu, DHA sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pemenuhan nutrisi kehamilan, bukan sebagai jaminan untuk mencegah persalinan prematur.

Apa Saja Manfaat DHA untuk Ibu Hamil?

DHA memang banyak dibahas karena perkembangan janin, tetapi ibu juga membutuhkan asam lemak omega-3 selama kehamilan. Kecukupan DHA membantu menjaga status DHA ibu sekaligus menyediakan DHA yang dapat ditransfer kepada janin melalui plasenta.

Menjaga Kesehatan Ibu Selama Kehamilan

Kehamilan meningkatkan kebutuhan berbagai zat gizi, termasuk asam lemak rantai panjang seperti DHA. Memenuhi kebutuhan DHA membantu mempertahankan status DHA ibu, terutama pada trimester akhir ketika transfer DHA ke janin semakin tinggi.

DHA dan omega-3 juga telah diteliti dalam kaitannya dengan preeklamsia dan gangguan kehamilan lainnya. Hasil penelitian masih beragam. Sebagian meta-analisis menemukan kemungkinan manfaat suplementasi omega-3 terhadap risiko preeklamsia, sementara tinjauan sistematis lain menilai bukti untuk DHA secara khusus belum cukup konsisten. Karena itu, DHA tidak dapat disebut sebagai pencegah preeklamsia.

Mendukung Kesehatan Mental Ibu

Asupan omega-3 selama kehamilan juga banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan mental ibu, termasuk gejala depresi dan kecemasan. Beberapa penelitian observasional menemukan hubungan antara kadar DHA atau omega-3 yang lebih rendah dengan gejala tersebut.

Meski demikian, bukti dari uji klinis belum menunjukkan efek pencegahan yang konsisten terhadap depresi selama kehamilan. Meta-analisis uji acak menemukan efek omega-3 terhadap gejala depresi selama kehamilan sangat kecil atau tidak bermakna, sehingga DHA tidak tepat disebut sebagai pencegah depresi.

Berapa Kebutuhan DHA Ibu Hamil?

Kebutuhan DHA selama kehamilan dapat berbeda bergantung pada pedoman dan kondisi masing-masing ibu. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI menyebut kisaran 300 sampai 600 mg DHA per hari untuk ibu hamil dan menyusui, sedangkan BPOM juga mencantumkan kisaran tersebut dalam materi edukasinya.

Rekomendasi internasional dapat menggunakan pendekatan berbeda. National Institutes of Health mencatat rekomendasi beberapa kelompok ahli berupa minimal 250 mg DHA plus EPA per hari, ditambah 100 sampai 200 mg DHA per hari selama kehamilan. Pada perempuan dengan asupan DHA yang rendah, kebutuhan yang lebih tinggi juga dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu.

Angka tersebut tidak berarti semua ibu hamil harus langsung mengonsumsi suplemen dalam dosis yang sama. Kebutuhan sebaiknya disesuaikan dengan pola makan, kondisi kehamilan, serta suplemen lain yang sedang dikonsumsi.

Pertanyaan Seputar Manfaat DHA untuk Ibu dan Janin

Apakah DHA Bisa Mencerdaskan Janin?

DHA mendukung pembentukan dan perkembangan otak janin sehingga sering dikaitkan dengan kemampuan kognitif setelah lahir. Namun, DHA tidak menjamin anak menjadi lebih cerdas, karena perkembangan kecerdasan dipengaruhi banyak faktor dan bukti manfaat suplementasi prenatal terhadap kemampuan kognitif jangka panjang masih beragam.

Kapan Mulai Mengonsumsi DHA?

Kebutuhan DHA sebaiknya sudah diperhatikan sejak masa sebelum hamil dan tetap dipenuhi selama kehamilan. Kelompok ahli juga menganjurkan asupan DHA plus EPA bagi perempuan usia subur dan tambahan DHA selama kehamilan, sehingga kebutuhan tidak sebaiknya baru menjadi perhatian ketika kehamilan sudah memasuki trimester akhir.

Apakah Kekurangan DHA Berbahaya bagi Janin?

DHA memiliki fungsi struktural dalam perkembangan otak dan retina janin, sementara transfer DHA dari ibu ke janin berlangsung melalui plasenta. Kekurangan asupan atau status DHA dapat memengaruhi ketersediaan DHA bagi ibu dan janin, tetapi dampak jangka panjang dari kekurangan DHA pada kehamilan masih terus diteliti dan tidak dapat disederhanakan menjadi satu risiko tertentu.

Dari Mana Memenuhi Kebutuhan DHA?

Kebutuhan DHA dapat dipenuhi dari pola makan dan, pada kondisi tertentu, suplemen. Pilihan dan jumlah sumber DHA perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi ibu hamil serta anjuran tenaga kesehatan.

Jenis makanan yang mengandung DHA beserta porsinya dapat kamu lihat pada pembahasan khusus tentang sumber makanan DHA. Sementara itu, pemilihan suplemen dan penentuan dosis lebih tepat dibahas secara terpisah karena kebutuhan setiap ibu hamil dapat berbeda.

Referensi:

Bermanfaat? Bagikan ke orang terdekatmu
FacebookXTelegram
Alfian
PenulisAlfian

Tips sehat, langsung ke emailmu

Ringkasan artikel pilihan dan tips praktis setiap minggu. Gratis, tanpa spam.

Langganan gratis