Ibu & Anak

Kontraksi Palsu (Braxton Hicks): Ciri dan Cara Mengatasinya

kontraksi palsu
Daftar isi
  1. Apa Itu Kontraksi Palsu
  2. Ciri-Ciri Kontraksi Palsu
  3. Perbedaan Kontraksi Palsu dan Kontraksi Asli
  4. Cara Menghitung Kontraksi
  5. Cara Meredakan Kontraksi Palsu
  6. 1. Ganti Posisi atau Beristirahat
  7. 2. Minum Air Putih yang Cukup
  8. 3. Kosongkan Kandung Kemih
  9. 4. Mandi Air Hangat
  10. 5. Latihan Napas dan Relaksasi
  11. 6. Kurangi Aktivitas yang Melelahkan
  12. Kapan Harus ke Dokter?
  13. FAQ
  14. Apakah kontraksi palsu berbahaya?
  15. Berapa kali kontraksi palsu boleh terjadi dalam sehari?
  16. Apakah kontraksi palsu bisa terjadi di usia kehamilan muda?
  17. Apakah kontraksi palsu tanda akan segera melahirkan?
  18. Bagaimana membedakan kontraksi palsu dengan nyeri ligamen bulat?

Tiba-tiba perut terasa mengencang atau keras, lalu hilang beberapa saat kemudian. Sensasi ini sering membuat ibu hamil bertanya-tanya, apakah ini tanda akan melahirkan? Jika Anda mengalaminya, tenang dulu. Bisa jadi itu adalah kontraksi palsu.

Kontraksi palsu, atau yang dikenal dengan istilah Braxton Hicks, adalah pengencangan otot rahim yang bersifat sementara dan tidak teratur. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Meski begitu, kontraksi palsu kerap terasa mirip dengan tanda awal persalinan, sehingga wajar jika Anda merasa cemas, terutama pada kehamilan pertama.

Agar lebih tenang menghadapinya, yuk kenali apa itu kontraksi palsu, ciri-ciri dan penyebabnya, cara membedakannya dengan kontraksi asli, hingga tanda-tanda yang perlu diwaspadai berikut ini!

Baca Juga: Operasi Caesar: Prosedur, Metode ERACS, dan Pemulihan

Apa Itu Kontraksi Palsu

kontraksi palsu

Kontraksi palsu atau Braxton Hicks adalah pengencangan otot rahim yang muncul sesekali selama kehamilan. Namanya diambil dari dokter asal Inggris, John Braxton Hicks, yang pertama kali menjelaskannya. Berbeda dengan kontraksi persalinan yang berfungsi mendorong bayi keluar, kontraksi palsu tidak membuka leher rahim dan tidak menandakan bayi akan segera lahir.

Saat terjadi, perut terasa keras atau kencang, kadang disertai rasa tidak nyaman seperti ditarik atau ditekan. Sensasinya biasanya hanya berlangsung sebentar, lalu perut kembali lunak dan terasa normal.

Kontraksi palsu umumnya mulai dirasakan pada akhir trimester kedua hingga trimester ketiga. Semakin mendekati hari perkiraan lahir, kontraksi ini cenderung lebih sering muncul dan terasa lebih jelas. Frekuensinya berbeda-beda pada setiap ibu hamil. Ada yang sering merasakannya, ada pula yang hampir tidak menyadarinya sama sekali. Keduanya sama-sama wajar.

Kontraksi palsu sering disebut sebagai "latihan" bagi rahim untuk menghadapi persalinan yang sesungguhnya. Meski begitu, para ahli masih terus meneliti fungsi pastinya. Yang jelas, kondisi ini termasuk bagian normal dari perubahan tubuh selama hamil dan biasanya tidak membahayakan ibu maupun janin.

Baca Juga: Kapan Janin Mulai Bergerak? Ini Ciri Normal & Tanda Bahaya

Ciri-Ciri Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu bisa dikenali dari pola dan sensasinya. Berikut beberapa ciri yang umum dirasakan:

  • Tidak teratur. Muncul sesekali tanpa pola waktu yang jelas. Jaraknya tidak makin dekat dari waktu ke waktu, misalnya bisa terjadi dua kali dalam sejam, lalu tidak terasa lagi hingga berjam-jam kemudian.
  • Berlangsung singkat. Perut mengencang biasanya hanya sekitar 30 detik hingga 2 menit, lalu kembali lunak.
  • Intensitas tidak bertambah. Rasa kencangnya cenderung sama atau justru melemah, tidak makin kuat seiring waktu.
  • Terasa di perut bagian depan. Sensasinya biasanya terpusat di perut bagian bawah atau depan, dan umumnya tidak menjalar ke punggung bawah.
  • Lebih terasa tidak nyaman daripada nyeri. Perut terasa keras, tegang, atau seperti ditarik, tetapi biasanya tidak sampai menimbulkan sakit yang hebat.
  • Mereda saat ganti posisi. Rasa kencang sering hilang setelah Anda beristirahat, berbaring miring, berjalan pelan, atau minum air putih.
  • Tidak disertai tanda persalinan lain. Tidak ada keluar darah, lendir bercampur darah, atau cairan dari jalan lahir.

Setiap ibu hamil bisa merasakan kontraksi palsu dengan cara yang berbeda. Ada yang hanya merasakan perut mengeras sebentar, ada pula yang merasa cukup terganggu.

Jika pola kontraksi yang Anda alami berbeda dari ciri di atas, misalnya makin sering dan makin kuat, perhatikan lebih saksama karena bisa jadi itu kontraksi asli. Penjelasan lengkapnya ada di bagian berikutnya.

Baca Juga: 12 Ciri-Ciri Janin Masuk Panggul, Kapan Harus ke Rumah Sakit?

Perbedaan Kontraksi Palsu dan Kontraksi Asli

Di trimester ketiga, banyak ibu hamil sulit membedakan kontraksi palsu dan kontraksi persalinan, karena keduanya sama-sama membuat perut terasa kencang.

Kuncinya ada pada pola-nya. Kontraksi palsu muncul acak dan tidak berkembang, sedangkan kontraksi asli makin teratur, makin sering, dan makin kuat.

Berikut perbandingannya:

Aspek Kontraksi Palsu Kontraksi Asli
Keteraturan Tidak teratur, jaraknya berubah-ubah Teratur, jaraknya makin dekat
Durasi Singkat dan tidak konsisten Makin lama dan makin konsisten
Intensitas Cenderung sama atau melemah Makin kuat dari waktu ke waktu
Lokasi rasa sakit Perut bagian depan Dimulai dari punggung bawah, lalu menjalar ke perut dan panggul
Saat ganti posisi atau istirahat Biasanya mereda atau hilang Tidak reda, tetap terasa
Tanda lain Tidak ada Bisa disertai lendir bercampur darah atau keluar cairan ketuban

Cara Menghitung Kontraksi

Jika Anda ragu, cobalah mencatat kontraksi yang terasa dengan langkah berikut:

  • Catat durasinya. Hitung berapa lama perut mengencang, dari mulai kencang sampai kembali lunak.
  • Catat jaraknya. Hitung waktu dari awal satu kontraksi ke awal kontraksi berikutnya.
  • Perhatikan polanya selama 1 jam. Lihat apakah jaraknya makin dekat, durasinya makin lama, dan rasanya makin kuat.

Jika kontraksi datang teratur, makin sering, dan makin kuat meski Anda sudah istirahat atau minum air, kemungkinan itu kontraksi asli. Segera hubungi dokter atau bidan, atau datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Hal ini terutama penting bila usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.

Jangan ragu memeriksakan diri jika Anda tidak yakin. Lebih baik memastikan daripada menunggu dengan cemas.

Cara Meredakan Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu biasanya tidak perlu pengobatan khusus dan akan mereda dengan sendirinya. Meski begitu, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu Anda merasa lebih nyaman saat perut mulai mengencang.

1. Ganti Posisi atau Beristirahat

Jika perut mengencang saat Anda sedang beraktivitas, cobalah berhenti sejenak dan duduk atau berbaring miring ke kiri. Sebaliknya, jika kontraksi muncul saat Anda berbaring atau duduk lama, coba berjalan pelan atau bergerak ringan. Perubahan posisi sering membantu rasa kencang berkurang.

2. Minum Air Putih yang Cukup

Kurang cairan bisa menjadi salah satu pemicu kontraksi palsu. Minumlah segelas air putih secara perlahan saat perut terasa kencang, dan biasakan mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari, bukan hanya saat gejala muncul.

3. Kosongkan Kandung Kemih

Kandung kemih yang penuh dapat menekan rahim dan membuat perut terasa lebih kencang. Jangan menahan buang air kecil terlalu lama, terutama di trimester ketiga.

4. Mandi Air Hangat

Mandi dengan air hangat (bukan panas) dapat membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa tegang di perut dan punggung. Pastikan suhu air nyaman dan tidak berendam terlalu lama.

5. Latihan Napas dan Relaksasi

Tarik napas perlahan lewat hidung, tahan sebentar, lalu embuskan lewat mulut. Lakukan beberapa kali sambil memejamkan mata. Teknik ini membantu tubuh lebih tenang dan mengurangi rasa cemas saat kontraksi terasa.

6. Kurangi Aktivitas yang Melelahkan

Jika kontraksi palsu sering muncul setelah beraktivitas, coba atur ulang ritme harian Anda. Sisipkan waktu istirahat, hindari mengangkat beban berat, dan jangan memaksakan diri melakukan pekerjaan rumah terlalu lama.

Baca Juga: Ciri Janin Tidak Berkembang Trimester 1, Penyebab & Solusinya

Kapan Harus ke Dokter?

Kontraksi palsu umumnya tidak berbahaya. Namun, sebagian tanda bisa menunjukkan bahwa yang Anda rasakan bukan kontraksi palsu, atau ada masalah lain pada kehamilan. Segera hubungi dokter, bidan, atau datang ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami hal berikut:

  • Kontraksi teratur dan makin kuat. Perut mengencang dengan jarak yang makin dekat dan makin lama, meski sudah beristirahat dan minum air putih.
  • Kontraksi muncul sebelum usia kehamilan 37 minggu. Jika Anda merasakan perut mengencang berulang kali dalam satu jam, ini bisa menjadi tanda persalinan prematur.
  • Keluar cairan dari jalan lahir. Cairan yang merembes atau mengalir bisa jadi tanda ketuban pecah.
  • Keluar darah atau lendir bercampur darah. Perdarahan dari jalan lahir tidak boleh dianggap sepele.
  • Gerakan bayi berkurang. Jika bayi terasa lebih jarang bergerak dari biasanya, segera periksakan diri.
  • Nyeri hebat atau terus-menerus. Terutama jika nyeri tidak hilang saat berganti posisi atau beristirahat, atau menjalar ke punggung bawah.
  • Demam, menggigil, atau nyeri saat buang air kecil. Gejala ini bisa menandakan infeksi yang perlu ditangani.
  • Sakit kepala berat, pandangan kabur, atau bengkak mendadak. Terutama di wajah dan tangan, karena bisa berkaitan dengan tekanan darah tinggi pada kehamilan.

Setiap kehamilan berbeda-beda, dan tidak ada pemeriksaan yang terlalu dini jika Anda merasa ada yang tidak biasa.

Jika ragu apakah yang Anda alami kontraksi palsu atau bukan, sebaiknya periksakan diri. Dokter dapat memastikan kondisi Anda dan janin, sehingga Anda bisa lebih tenang.

FAQ

Apakah kontraksi palsu berbahaya?

Pada umumnya tidak. Kontraksi palsu adalah bagian normal dari kehamilan dan biasanya tidak membahayakan ibu maupun janin. Namun, jika kontraksi terasa makin teratur, makin kuat, atau disertai keluar darah, cairan dari jalan lahir, maupun gerakan bayi berkurang, segera periksakan diri ke dokter atau bidan.

Berapa kali kontraksi palsu boleh terjadi dalam sehari?

Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua ibu hamil. Ada yang merasakannya beberapa kali sehari, ada juga yang hampir tidak merasakannya. Yang lebih penting diperhatikan adalah polanya. Selama kontraksi tidak teratur, tidak makin kuat, dan reda saat Anda beristirahat atau minum air, kondisi ini umumnya masih wajar. Jika Anda merasa terlalu sering atau khawatir, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter.

Apakah kontraksi palsu bisa terjadi di usia kehamilan muda?

Kontraksi palsu bisa mulai terjadi sejak trimester kedua, tetapi biasanya baru terasa jelas pada akhir trimester kedua hingga trimester ketiga. Jika perut terasa kencang atau nyeri pada trimester pertama, terutama bila disertai bercak darah atau nyeri hebat, sebaiknya segera periksakan diri karena penyebabnya bisa berbeda.

Apakah kontraksi palsu tanda akan segera melahirkan?

Tidak selalu. Kontraksi palsu tidak membuka leher rahim, sehingga tidak berarti persalinan sudah dekat. Meski begitu, kontraksi ini memang cenderung lebih sering terasa menjelang hari perkiraan lahir. Tanda persalinan yang sebenarnya ditandai dengan kontraksi yang teratur, makin kuat, dan tidak reda saat berganti posisi.

Bagaimana membedakan kontraksi palsu dengan nyeri ligamen bulat?

Keduanya sama-sama bisa membuat perut terasa tidak nyaman. Kontraksi palsu terasa seperti perut mengencang atau mengeras secara keseluruhan. Sementara nyeri ligamen bulat (round ligament pain) biasanya terasa seperti tarikan atau nyeri tajam sesaat di satu atau kedua sisi perut bawah hingga area selangkangan, dan sering muncul saat bergerak mendadak, batuk, atau bangun dari posisi duduk atau berbaring. Jika Anda sulit membedakannya atau nyeri terasa mengganggu, konsultasikan dengan dokter.

Sumber/Referensi:

Bermanfaat? Bagikan ke orang terdekatmu
FacebookXTelegram
Alfian
PenulisAlfian

Tips sehat, langsung ke emailmu

Ringkasan artikel pilihan dan tips praktis setiap minggu. Gratis, tanpa spam.

Langganan gratis