Ibu & Anak

Kapan Janin Mulai Bergerak? Ini Ciri Normal & Tanda Bahaya

Daftar isi
  1. Kapan Janin Mulai Bergerak?
  2. Tahapan Gerakan Janin sesuai Usia Kehamilan
  3. Minggu ke-12
  4. Minggu ke-16 hingga 18
  5. Minggu ke-18 hingga 20
  6. Minggu ke-24
  7. Minggu ke-28
  8. Minggu ke-36–40
  9. Bagaimana Gerakan Janin yang Tidak Normal?
  10. 1. Frekuensi Gerakan Berkurang
  11. 2. Tidak Ada Gerakan dalam 24 Jam atau Lebih
  12. 3. Gerakan Janin Terlalu Menyakitkan
  13. 4. Gerakan Janin Terlalu Lemah
  14. Hal yang Bisa Dilakukan Jika Gerakan Janin Tidak Normal
  15. 1. Coba Rangsang Gerakan Janin
  16. 2. Catat Pola Pergerakan Janin
  17. 3. Periksa ke Dokter
  18. Kapan Harus ke Dokter?

Merasakan denyut atau tendangan perdana si kecil di dalam kandungan merupakan salah satu momen paling membahagiakan yang dinantikan calon ibu.

Dalam dunia medis, sensasi gerakan awal ini disebut quickening dan sering dipandang sebagai bukti nyata bahwa janin tumbuh sehat.

Sebenarnya calon buah hati sudah aktif sejak awal pembentukan organ, namun gerakannya baru benar-benar dapat dirasakan pada fase tertentu, dengan rentang waktu yang bisa bervariasi pada setiap wanita.

Lantas, pada minggu ke berapa biasanya gerakan janin mulai terdeteksi, dan seperti apa karakteristiknya?

Kapan Janin Mulai Bergerak?

Menurut Pregnancy Birth & Baby, umumnya janin bergerak pada usia kehamilan antara 16–24 minggu. Jadi, jika baru 5 bulan belum merasakan gerakan janin, bisa jadi karena belum waktunya.

Adanya pergerakan janin menunjukkan bahwa bayi tumbuh sehat dan sistem saraf serta ototnya berfungsi baik.

Namun, pergerakan janin bisa lebih cepat dirasakan jika ibu menjalani kehamilan kedua dan berikutnya.

Apabila sampai usia kehamilan 24 minggu belum merasakan gerakan apa pun, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Tahapan Gerakan Janin sesuai Usia Kehamilan

Jangan sampai gerakan janin tertukar dengan gerakan usus. Keduanya bisa dibedakan dari pola dan sensasinya.

  • Gerakan janin cenderung muncul saat janin sedang aktif dan berkurang saat janin tidur. Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerakan ini makin sering dan makin jelas terasa.
  • Gerakan usus bisa terjadi kapan saja, terutama setelah makan, dan biasanya terasa seperti perut keroncongan atau gelembung gas.

Untuk mengenalinya, berikut tahapan gerakan janin menurut WebMD:

Minggu ke-12

Pada usia ini, bayi mulai bergerak meskipun ibu belum bisa merasakannya. Gerakan tersebut terjadi karena perkembangan awal otot dan saraf bayi.

Minggu ke-16 hingga 18

Menurut Royal College of Obstetricians & Gynaecologist, bagi ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya, gerakan janin kadang bisa mulai terasa sejak minggu ke-16, biasanya berupa “flutter” atau sensasi halus seperti kepakan kupu-kupu.

Namun, untuk kehamilan pertama, gerakan awal ini sering kali belum disadari. Jadi, jika Anda bertanya-tanya apakah wajar hamil 4 bulan belum merasakan gerakan janin?

Jawabannya, sangat wajar, karena kebanyakan ibu baru benar-benar merasakan gerakan janin pada usia 18–20 minggu.

Minggu ke-18 hingga 20

Kebanyakan ibu hamil mulai benar-benar menyadari adanya gerakan janin pada periode ini, biasanya berupa tendangan, dorongan kecil, atau gerakan menggeliat.

Minggu ke-24

Pada usia kehamilan ini, gerakan bayi mulai menjadi lebih teratur dan jelas. Anda mungkin merasakan gerakan kejut atau refleks kejut (startle reflex).

Kondisi ini terjadi ketika bayi menanggapi rangsangan seperti suara keras dengan cara menggulung tubuhnya ke arah dada.

Minggu ke-28

Memasuki minggu ke-28, normalnya gerakan janin trimester 3 lebih kuat dari minggu-minggu sebelumnya. Bahkan, ketika janin sedang aktif, ibu hamil bisa merasa susah bernapas sebentar.

Minggu ke-36–40

Semakin besar ukuran janin, ruang gerak di dalam rahim tentu akan semakin sempit. Perubahan ini secara alami memengaruhi pola gerakannya, tendangan kuat yang biasa Anda rasakan kini bisa berganti menjadi sensasi berguling atau geliat lembut.

Kendati intensitasnya terasa berbeda, pemantauan tetap harus berjalan rutin. Secara normal, janin akan terus aktif bergerak hingga menjelang persalinan, jadi segeralah berkonsultasi ke dokter jika mendapati penurunan aktivitas yang signifikan.

Bagaimana Gerakan Janin yang Tidak Normal?

Menurut Cleveland Clinic, gerakan janin umumnya dianggap normal bila terasa minimal 10 gerakan dalam rentang 2 jam. Angka ini menjadi patokan sederhana bagi ibu hamil untuk memastikan janin tetap aktif dan sehat.

Jika gerakan yang Anda rasakan kurang dari angka tersebut, coba “bangunkan” janin terlebih dahulu. Bila setelah itu gerakannya tetap kurang dari 10 kali dalam 2 jam, atau tidak terasa sama sekali, segera periksakan diri ke dokter.

Adapun tanda-tanda yang butuh perhatian segera di antaranya:

1. Frekuensi Gerakan Berkurang

Dilansir dari NHS.co.uk, jika biasanya merasakan gerakan janin dengan frekuensi tertentu, kemudian tiba-tiba terjadi penurunan yang signifikan, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Misalnya, jika sebelumnya Anda merasa janin bergerak aktif di sore hari, tetapi tiba-tiba gerakan tersebut berkurang drastis atau tidak ada sama sekali.

2. Tidak Ada Gerakan dalam 24 Jam atau Lebih

Banyak sumber yang menekankan kalau tidak merasakan gerakan janin sama sekali dalam waktu 24 jam, bahkan lebih, ini adalah kondisi yang memerlukan perhatian medis segera.

Menurut Pregnancy Birth & Baby, kondisi ini bisa pertanda intrauterine fetal death atau stillbirth, yaitu kondisi bayi meninggal dalam kandungan, khususnya setelah usia kehamilan 20 minggu.

3. Gerakan Janin Terlalu Menyakitkan

Still Aware menyebutkan jika gerakan bayi seiring waktu semakin keras atau menyakitkan, ini bisa pertanda adanya masalah. Bisa jadi hal ini karena posisi janin atau ada kelainan yang perlu diperiksa.

4. Gerakan Janin Terlalu Lemah

Selain terlalu menyakitkan, gerakan janin yang terlalu lemah juga perlu diperiksa. Berdasarkan National Library of Medicine, salah satu penyebabnya bisa karena hipoksia (kekurangan oksigen).

Hal yang Bisa Dilakukan Jika Gerakan Janin Tidak Normal

Normalnya, janin paling aktif di usia kehamilan antara 28 hingga 32 minggu. Jika sudah lebih dari usia tersebut dan mengalami tanda-tanda yang tidak normal, maka jangan tunggu lama.

Segera lakukan hal-hal berikut:

1. Coba Rangsang Gerakan Janin

Terkadang, janin aktif pada waktu-waktu tertentu. Sebelum cemas karena tidak merasakan pergerakan, coba Anda “bangunkan” janin dengan cara-cara yang disarankan Healthline berikut:

  • Makan camilan secukupnya, karena efek sugar rush bisa membangunkan janin
  • Minum susu dingin.
  • Ajak janin mengobrol atau nyanyikan lagu untuknya.
  • Ubah posisi Anda (jika sebelumnya berdiri, coba berbaring, begitupun sebaliknya).
  • Tekan perlahan perut untuk menyenggol janin agar bangun.
  • Lari di tempat selama beberapa detik.

2. Catat Pola Pergerakan Janin

Langkah berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah mencatat pola pergerakan janin. Cara ini membantu identifikasi jika ada perubahan atau penyimpangan dalam aktivitas janin.

Untuk memudahkan pencatatan, coba tips dari American Pregnancy Association berikut:

  • Catat waktu gerakan pertama.
  • Beri tanda X untuk setiap gerakan yang dirasakan (baik tendangan, gulungan, atau goyangan).
  • Catat waktu gerakan ke-10.

Pada kebanyakan kasus, dalam waktu 2 jam, minimal Anda merasakan 10 gerakan. Jika jumlah gerakan berkurang atau polanya berubah dari biasanya, segera periksakan ke dokter.

Contoh Pencatatan Pergerakan Janin:

Senin: 08.00 XXXXXXXXXX 09.00 Total: 60 menit

Selasa: 13.00 XXXXXXXXXX 13.50 Total: 50 menit

Rabu: 18.00 XXXXXXXXXX 20.00 Total: 120 menit

3. Periksa ke Dokter

Jika sudah mencoba berbagai cara di atas dan gerakan janin masih tidak normal, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan yaitu:

  • USG (Ultrasonografi): Memeriksa kondisi dan posisi janin melalui gelombang suara.
  • CTG (Cardiotocography): Mengukur detak jantung janin dan kontraksi rahim untuk memastikan janin mendapat cukup oksigen.
  • Tes Biokimia: Tes lanjutan untuk memeriksa tanda-tanda stres janin atau masalah lokasi plasenta.

Kapan Harus ke Dokter?

Mengetahui kapan janin mulai bergerak membantu Anda mengenali pola normal sekaligus mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang mencurigakan.

Apabila Anda tidak merasakan minimal 10 gerakan dalam waktu 2 jam bahkan setelah mencoba "membangunkannya", kondisi ini bisa menjadi pertanda penurunan aktivitas janin yang membutuhkan perhatian medis.

Segera hubungi dokter spesialis kandungan atau kunjungi fasilitas kesehatan/IGD terdekat jika gerakan janin berkurang drastis, tidak bergerak sama sekali dalam 24 jam, atau jika Anda belum merasakan tanda-tanda gerakan di usia kehamilan 24 minggu.

Memeriksakan diri lebih awal jauh lebih baik untuk memastikan keselamatan janin. Dokter dapat melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti USG atau CTG, guna memastikan sirkulasi oksigen serta tumbuh kembang buah hati tetap optimal di dalam kandungan.

Sumber:

Bermanfaat? Bagikan ke orang terdekatmu
FacebookXTelegram
Alfian
PenulisAlfian

Tips sehat, langsung ke emailmu

Ringkasan artikel pilihan dan tips praktis setiap minggu. Gratis, tanpa spam.

Langganan gratis