Cara Menghitung Usia Kehamilan: HPHT, USG & Kalkulator

Daftar isi
Ada beberapa cara menghitung usia kehamilan mulai dari perhitungan berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT), pemeriksaan medis, hingga kalkulator usia kehamilan.
Perlu diketahui, cara menghitung usia kehamilan sebenarnya tidak selalu 100% akurat karena waktu pasti terjadinya pembuahan sulit diketahui.
Meski begitu, perhitungan usia kehamilan tetap penting agar Anda bisa memantau perkembangan janin dan mengetahui estimasi waktu persalinan.
Simak cara menghitungnya di bawah ini!
Cara Menghitung Usia Kehamilan

Sebelum itu, ketahui dulu sebaiknya cek kehamilan usia berapa? Bisa sejak minggu ke–4 kehamilan dengan test pack atau minggu ke–8 dengan USG.
Jika sudah paham, mari hitung usia kehamilan Anda, baik dengan cara manual atau mendapatkan pemeriksaan medis. Berikut penjelasannya:
1. Menghitung Usia Kehamilan dari HPHT
Salah satu cara paling mudah untuk memperkirakan usia kehamilan adalah menggunakan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Cara ini dapat dilakukan secara mandiri tanpa alat khusus, sehingga sering digunakan sebagai perhitungan awal usia kehamilan.
Perlu dipahami, HPHT tidak dapat menunjukkan secara pasti kapan proses pembuahan terjadi. Meski begitu, tanggal tersebut tetap menjadi acuan yang umum digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL).
Perhitungan HPL dari HPHT dapat menggunakan rumus Naegele, yaitu:
HPL = Hari Pertama Haid Terakhir + 1 Tahun + 7 Hari − 3 Bulan
Contoh:
Misalnya, HPHT seorang ibu adalah 15 Mei 2022. Maka perhitungannya:
- 15 Mei 2022 + 1 tahun = 15 Mei 2023
- 15 Mei 2023 + 7 hari = 22 Mei 2023
- 22 Mei 2023 − 3 bulan = 22 Februari 2023
Jadi, perkiraan hari lahir berdasarkan perhitungan tersebut adalah 22 Februari 2023.
Cara Menghitung Usia Kehamilan dalam Minggu
Dalam perhitungan medis, usia kehamilan umumnya dihitung sejak hari pertama HPHT, bukan sejak hari terjadinya pembuahan. Lama kehamilan kemudian diperkirakan sekitar 40 minggu atau 280 hari.
Sebagai gambaran:
- 15 Mei 2022 → usia kehamilan dihitung mulai 0 minggu
- Setelah setiap 7 hari, usia kehamilan bertambah sekitar 1 minggu
- 22 Mei 2022 → sekitar 1 minggu
- 15 Juni 2022 → sekitar 4 minggu lebih
- Perhitungan berlanjut hingga mendekati 40 minggu, yang menjadi patokan perkiraan waktu persalinan.
Perhitungan berdasarkan HPHT akan lebih mudah dilakukan apabila siklus menstruasi teratur dan tanggal haid terakhir dapat diingat dengan jelas.
2. Menghitung Usia Kehamilan dengan Rumus 4 1/3
Selain menggunakan HPHT, usia kehamilan juga dapat diperkirakan dengan rumus 4 1/3. Sekilas, cara ini terlihat lebih rumit karena melibatkan selisih bulan dan hari. Namun, perhitungannya cukup sederhana setelah mengetahui langkah-langkahnya.
Rumus yang digunakan adalah:
Usia kehamilan = (Selisih bulan × 4⅓) + selisih hari
Contoh perhitungan:
Misalnya, HPHT seorang ibu adalah 10 Februari 2023, sedangkan tanggal pemeriksaan adalah 18 Mei 2023.
Data yang diketahui:
- Tanggal pemeriksaan: 18 Mei 2023
- HPHT: 10 Februari 2023
Selanjutnya, hitung selisih bulan dan harinya:
- Selisih bulan: 5 − 2 = 3 bulan
- 3 bulan × 4,33: sekitar 13 minggu
- Selisih hari: 18 − 10 = 8 hari
Dengan demikian, berdasarkan perhitungan tersebut, usia kehamilan diperkirakan sekitar 13 minggu + 8 hari, atau 14 minggu 1 hari.
Perhitungan seperti ini dapat digunakan sebagai cara sederhana untuk memperkirakan usia kehamilan. Namun, hasilnya tetap berupa perkiraan dan dapat berbeda dengan hasil pemeriksaan dokter, terutama jika siklus menstruasi tidak teratur.
Baca Juga: Kapan Janin Mulai Bergerak? Ini Ciri Normal & Tanda Bahaya
3. Menghitung Usia Kehamilan dengan USG
Bagaimana cara menghitung usia kehamilan dari panjang bayi? Jawabannya melalui USG. Dengan cara ini, dokter bisa mengukur janin, dari berat badan, panjang janin, hingga diameter kepala.
Data ini kemudian dibandingkan dengan standar pertumbuhan janin untuk menentukan usia kehamilan.
| Usia Janin | Berat Badan Janin | Panjang Janin |
|---|---|---|
| 8–12 Minggu | 1 gr – 20 gr | 4 cm – 6,5 cm |
| 13–17 Minggu | 50 gr – 110 gr | 9 cm – 16 cm |
| 18–24 Minggu | 180 gr – 550 gr | 20,5 cm – 27,5 cm |
| 25–29 Minggu | 685 gr – 1150 gr | 30 cm – 35 cm |
| 30–34 Minggu | 1300 gr – 2000 gr | 37,5 cm – 40 cm |
| 35–37 Minggu | 2250 gr – 2690 gr | 42,5 cm – 45 cm |
| 38–40 Minggu | 2900 gr – 3050 gr | 47,5 cm – 50 cm |
| 41–43 Minggu | 3400 gr – 3450 gr | 50 cm – 52,5 cm |
Tabel Usia Kehamilan dari Berat Badan dan Panjang Janin
Metode USG lebih akurat dibanding perhitungan manual, dan Anda bisa melihat gambaran visual langsung kondisi janin.
Jika Anda ingin pemeriksaan yang lebih detail, tanyakan kepada dokter mengenai USG 4D. Teknologi ini menampilkan gerakan janin secara langsung, bukan gambar statis seperti USG 2D atau 3D.
Anda bisa melihat pergerakan janin langsung, seperti mengisap jempol, mengangguk atau menggelengkan kepala, bahkan menguap.
Baca Juga: 19 Makanan Penambah Berat Badan Janin yang Sehat & Alami
4. Menghitung dengan Kalkulator Usia Kehamilan
Kalkulator usia kehamilan banyak tersedia untuk dipakai secara gratis. Pada dasarnya, kalkulator ini bekerja dengan rumus Naegele, yaitu menghitung berdasarkan HPHT.
Artinya, Anda harus ingat kapan terakhir haid untuk bisa menggunakannya. Jika lupa, maka hasil perhitungannya bisa kurang akurat.
Namun, perhitungan ini tidak bisa memberi tahu ukuran dan kondisi janin.
Anda mungkin bertanya usia kandungan 1 minggu sebesar apa? Jawabannya, belum ada janin, hanya sel telur dan rahim baru mempersiapkan diri.
Sebagai gambaran, berikut tabel usia kehamilan serta perkembangan janin secara sekilas:

Tabel Usia Kehamilan
5. Menghitung dengan Pemeriksaan Fisik
Bagaimana cara menghitung usia kehamilan jika lupa HPHT? Alternatifnya bisa menjalani pemeriksaan palpasi (perabaan) tinggi fundus uteri (TFU).
Adapun TFU adalah tinggi rahim dari tulang kemaluan sampai puncak rahim. TFU dapat menginformasikan tentang usia kehamilan dalam minggu.
Namun metode ini hanya perkiraan dan bisa dipengaruhi kondisi ibu (misalnya gemuk, kembar, jumlah air ketuban).
Contoh perhitungannya:
- TFU setinggi 12 cm ≈ 12 minggu
- TFU setinggi pusar (sekitar 20 cm) ≈ 20 minggu
- TFU mendekati tulang iga bawah ≈ 36 minggu
Kapan Harus ke Dokter?
Menghitung usia kehamilan secara mandiri dapat memberikan gambaran awal, tetapi hasilnya belum tentu sepenuhnya akurat. Untuk mengetahui usia kehamilan dengan lebih tepat sekaligus memantau perkembangan janin, pemeriksaan oleh dokter kandungan tetap diperlukan.
Sebaiknya lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai jadwal yang dianjurkan. Pemeriksaan dapat meliputi USG dan penilaian kondisi ibu serta perkembangan janin, terutama jika terdapat perbedaan antara usia kehamilan berdasarkan HPHT dan hasil pemeriksaan.
Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan seperti perdarahan, nyeri perut hebat, muntah berlebihan, pusing berat, atau keluhan lain yang terasa tidak biasa selama kehamilan.
Dengan pemeriksaan yang teratur, usia kehamilan dapat diperkirakan dengan lebih baik dan perkembangan janin dapat dipantau sesuai tahap pertumbuhannya.