Ibu & Anak

Hernia Inguinalis pada Anak: Gejala & Penyebab

Daftar isi
  1. Apa Itu Hernia Inguinalis pada Anak?
  2. Kenapa Hernia Inguinalis Bisa Terjadi pada Anak?
  3. Processus Vaginalis yang Tidak Menutup Sempurna
  4. Faktor yang Meningkatkan Risiko
  5. Kenapa Lebih Sering di Sisi Kanan?
  6. Gejala Hernia Inguinalis pada Anak
  7. Gejala Umum
  8. Gejala pada Bayi
  9. Gejala pada Anak Laki-Laki
  10. Gejala pada Anak Perempuan
  11. Gejala pada Anak yang Lebih Besar
  12. Kenapa Benjolan Sering Tidak Terlihat Saat Pemeriksaan?
  13. Gejala yang Perlu Diwaspadai
  14. Kapan Harus ke Dokter?
  15. Segera ke IGD jika Anak Mengalami
  16. Jadwalkan Pemeriksaan dalam Beberapa Hari jika
  17. Dokter Mana yang Dituju?
  18. Tips Sebelum Konsultasi

Benjolan di lipatan paha atau kantong zakar anak sering baru terlihat saat ia menangis, batuk, atau mengejan, lalu mengecil atau hilang ketika ia tenang. Bagi banyak orang tua, ini momen yang membingungkan: apakah benjolan itu berbahaya, dan apakah harus segera dioperasi?

Kondisi tersebut bisa jadi hernia inguinalis, yaitu keluarnya sebagian usus atau jaringan perut melalui kanal inguinalis, saluran kecil di daerah lipatan paha. Ini adalah jenis hernia yang paling sering terjadi pada bayi dan anak, dan penanganannya hampir selalu berupa operasi karena benjolan ini tidak menutup sendiri.

Artikel ini membahas khusus hernia inguinalis: penyebab, gejala pada bayi serta anak laki-laki dan perempuan, tanda bahaya yang perlu segera ke IGD, hingga kapan harus ke dokter.

Baca Juga: Hernia pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab & Pengobatannya

Apa Itu Hernia Inguinalis pada Anak?

Hernia inguinalis adalah kondisi ketika sebagian usus, lemak, atau jaringan dari rongga perut mendorong keluar lewat kanal inguinalis. Kanal inguinalis sendiri adalah saluran kecil di dinding perut bagian bawah, tepat di area lipatan paha. Pada anak laki-laki, saluran ini dilewati pembuluh darah dan saluran sperma menuju kantong zakar. Pada anak perempuan, saluran ini dilewati ligamen penyangga rahim.

Pada janin, kanal ini memang terbuka sementara. Di dalamnya ada kantong tipis bernama processus vaginalis yang biasanya menutup sendiri sebelum atau tidak lama setelah bayi lahir. Pada sebagian anak, kantong ini tidak menutup sempurna.

Celah itulah yang membuat isi perut bisa turun dan membentuk benjolan. Karena penyebabnya adalah celah bawaan sejak lahir, hernia inguinalis pada anak berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang umumnya muncul akibat dinding perut melemah.

Hernia inguinalis adalah jenis hernia yang paling sering ditemui pada bayi dan anak. Kondisi ini lebih banyak dialami anak laki-laki, juga lebih sering pada bayi yang lahir prematur. Benjolannya bisa muncul sejak bayi baru lahir, tetapi tidak jarang baru terlihat setelah anak berusia beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun.

Berbeda dengan hernia umbilikalis (pusar menonjol) yang sering menutup sendiri seiring pertumbuhan, hernia inguinalis tidak akan menutup dengan sendirinya. Itulah sebabnya dokter bedah anak umumnya menyarankan operasi begitu diagnosisnya ditegakkan.

Kenapa Hernia Inguinalis Bisa Terjadi pada Anak?

Penyebab utama hernia inguinalis pada anak adalah kelainan bawaan, bukan karena anak terlalu sering menangis, salah gendong, atau kesalahan orang tua dalam merawat. Tangisan dan mengejan hanya membuat benjolan lebih mudah terlihat karena tekanan di dalam perut meningkat.

Processus Vaginalis yang Tidak Menutup Sempurna

Selama dalam kandungan, terbentuk kantong tipis bernama processus vaginalis yang menghubungkan rongga perut dengan area lipatan paha. Pada anak laki-laki, kantong ini menjadi jalur turunnya testis ke kantong zakar. Setelah tugasnya selesai, kantong ini biasanya menutup sendiri menjelang atau sesudah bayi lahir.

Pada sebagian anak, penutupan ini tidak terjadi atau tidak sempurna. Celah yang tersisa menjadi jalan bagi usus atau jaringan perut untuk turun dan membentuk benjolan. Karena itu, hernia inguinalis pada anak sudah "dibawa" sejak lahir, meski benjolannya baru terlihat beberapa bulan atau tahun kemudian.

Faktor yang Meningkatkan Risiko

Beberapa kondisi membuat anak lebih rentan mengalami hernia inguinalis:

  • Lahir prematur. Semakin muda usia kehamilan saat lahir, semakin besar kemungkinan processus vaginalis belum menutup. Pada bayi sangat prematur, angkanya jauh lebih tinggi dibanding bayi cukup bulan.
  • Jenis kelamin laki-laki. Anak laki-laki jauh lebih sering mengalaminya karena proses turunnya testis membuat jalur kanalnya lebih lebar.
  • Riwayat keluarga. Anak yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami hernia inguinalis punya risiko lebih tinggi.
  • Kondisi bawaan tertentu. Misalnya testis yang belum turun, kelainan pada saluran kemih, atau gangguan jaringan ikat.
  • Tekanan perut yang tinggi dan berulang. Seperti pada anak dengan batuk kronis atau sembelit berat. Ini bukan penyebab utama, tetapi bisa memicu benjolan muncul pada anak yang memang sudah punya celah bawaan.

Kenapa Lebih Sering di Sisi Kanan?

Hernia inguinalis pada anak lebih sering muncul di sisi kanan. Hal ini berkaitan dengan proses turunnya testis: testis kanan turun sedikit lebih lambat dibanding kiri, sehingga processus vaginalis di sisi kanan menutup lebih belakangan. Akibatnya, celahnya bertahan lebih lama di sisi tersebut.

Hernia juga bisa terjadi di kedua sisi sekaligus. Pada bayi prematur, kemungkinan ini lebih besar, sehingga dokter biasanya memeriksa sisi sebaliknya dengan teliti saat merencanakan operasi.

Gejala Hernia Inguinalis pada Anak

Gejala utama hernia inguinalis adalah benjolan di lipatan paha. Benjolan ini sering datang dan pergi, sehingga kadang tidak terlihat saat anak dibawa ke dokter.

Gejala Umum

  • Benjolan atau pembengkakan di lipatan paha, yang bisa turun hingga ke kantong zakar pada anak laki-laki atau ke area labia pada anak perempuan
  • Benjolan lebih terlihat saat anak menangis, batuk, mengejan, atau berdiri lama
  • Benjolan mengecil atau hilang saat anak tenang, tidur, atau berbaring
  • Benjolan biasanya lembut, tidak nyeri, dan bisa didorong masuk kembali
  • Ukuran benjolan bisa berubah-ubah dari hari ke hari
  • Benjolan bisa muncul di satu sisi saja, tetapi bisa juga di kedua sisi

Gejala pada Bayi

  • Benjolan di lipatan paha yang muncul saat bayi menangis atau mengejan, misalnya ketika buang air besar
  • Bayi lebih rewel dari biasanya tanpa sebab yang jelas
  • Kadang bayi tampak tidak nyaman saat disusui atau digendong, meski sebagian besar bayi dengan hernia tidak tampak kesakitan
  • Nafsu menyusu bisa menurun jika hernia mulai menimbulkan keluhan

Gejala pada Anak Laki-Laki

  • Salah satu sisi kantong zakar tampak lebih besar atau tidak simetris
  • Pembengkakan kantong zakar yang membesar saat anak menangis atau beraktivitas, lalu mengecil saat istirahat
  • Benjolan memanjang dari lipatan paha menuju kantong zakar

Gejala pada Anak Perempuan

  • Benjolan kecil di lipatan paha atau di sekitar labia
  • Benjolan lebih jelas terlihat saat anak berdiri, sehingga cara mudah mengeceknya adalah membandingkan kedua sisi lipatan paha saat anak berdiri
  • Pada sebagian kasus, benjolan berisi ovarium, bukan usus. Benjolan seperti ini terasa lebih padat dan perlu segera diperiksa dokter

Gejala pada Anak yang Lebih Besar

  • Rasa tidak nyaman, pegal, atau tertarik di lipatan paha
  • Keluhan muncul atau memburuk saat berjalan jauh, berlari, melompat, mengangkat beban, atau batuk
  • Anak mengeluh nyeri paha atau nyeri perut ringan yang hilang timbul

Kenapa Benjolan Sering Tidak Terlihat Saat Pemeriksaan?

Benjolan hernia bersifat hilang timbul. Saat di ruang periksa, anak sering sedang tenang sehingga isi hernia masuk kembali dan benjolan tidak tampak. Jika benjolan sempat terlihat di rumah, foto atau video singkat yang diambil saat benjolan muncul sangat membantu dokter menegakkan diagnosis.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Jika isi hernia terjepit dan tidak bisa kembali (hernia inkarserata), gejalanya berubah dan perlu penanganan darurat:

  • Benjolan keras, tegang, dan tidak bisa didorong masuk
  • Anak menangis hebat atau terus-menerus rewel dan tidak bisa ditenangkan
  • Muntah, terutama muntah kehijauan
  • Perut kembung
  • Tidak buang air besar atau tidak buang gas
  • Kulit di atas benjolan tampak kemerahan, keunguan, atau kebiruan
  • Bayi menolak menyusu dan tampak lemas

Kapan Harus ke Dokter?

Hernia inguinalis pada anak tidak bisa sembuh sendiri, jadi benjolan di lipatan paha sebaiknya selalu diperiksa dokter, meski anak tampak nyaman dan tidak rewel. Yang berbeda hanya seberapa cepat pemeriksaannya perlu dilakukan.

Segera ke IGD jika Anak Mengalami

  • Benjolan keras, tegang, atau tidak bisa masuk kembali meski anak sudah tenang atau berbaring
  • Anak menangis hebat atau rewel terus-menerus dan sulit ditenangkan
  • Muntah berulang, terutama muntah berwarna kehijauan
  • Perut kembung atau tampak membesar
  • Tidak buang air besar atau tidak buang gas
  • Kulit di atas benjolan memerah, keunguan, atau kebiruan
  • Bayi menolak menyusu, tampak lemas, atau sangat pucat
  • Pembengkakan kantong zakar yang muncul mendadak disertai nyeri hebat

Gejala-gejala ini menandakan isi hernia mungkin terjepit dan aliran darahnya terganggu. Kondisi ini perlu ditangani dalam hitungan jam, bukan hari. Jangan mencoba mendorong benjolan masuk sendiri atau memijatnya.

Jadwalkan Pemeriksaan dalam Beberapa Hari jika

  • Ada benjolan di lipatan paha, kantong zakar, atau labia yang muncul saat anak menangis, batuk, atau mengejan, lalu hilang saat tenang
  • Satu sisi kantong zakar tampak lebih besar dari sisi lainnya
  • Anak yang lebih besar mengeluh tidak nyaman atau pegal di lipatan paha, terutama setelah berjalan jauh atau aktif bergerak
  • Benjolan makin sering muncul atau ukurannya makin besar
  • Bayi prematur atau bayi dengan riwayat keluarga hernia menunjukkan benjolan sekecil apa pun

Pada kondisi ini anak tidak perlu ke IGD, tetapi jangan menunggu benjolan hilang sendiri. Semakin cepat didiagnosis, semakin banyak waktu untuk merencanakan operasi secara terjadwal, bukan sebagai tindakan darurat.

Dokter Mana yang Dituju?

Pemeriksaan awal bisa dilakukan dokter anak. Jika hernia dipastikan atau dicurigai kuat, anak akan dirujuk ke dokter spesialis bedah anak, yang menangani hernia dan menentukan waktu serta teknik operasi yang paling sesuai dengan usia dan kondisi anak.

Tips Sebelum Konsultasi

  • Foto atau rekam video benjolan saat sedang muncul, karena benjolan sering tidak terlihat saat anak tenang di ruang periksa
  • Catat kapan benjolan pertama kali terlihat, seberapa sering muncul, dan apakah ukurannya berubah
  • Catat riwayat kelahiran, terutama jika anak lahir prematur, serta riwayat hernia di keluarga
  • Beri tahu dokter jika anak pernah muntah, rewel berkepanjangan, atau sulit buang air besar

Orang tua tidak perlu menunggu gejalanya jelas atau parah untuk berkonsultasi. Benjolan kecil yang hilang timbul sudah cukup menjadi alasan untuk memeriksakan anak.

Sumber/Referensi:

Bermanfaat? Bagikan ke orang terdekatmu
FacebookXTelegram
Alfian
PenulisAlfian

Tips sehat, langsung ke emailmu

Ringkasan artikel pilihan dan tips praktis setiap minggu. Gratis, tanpa spam.

Langganan gratis